LUGAS | YOGYAKARTA - Direktorat Intelijen Keamanan Polda DIY dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY mendorong Matahari Pagi Indonesia (MPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam audiensi pengurus MPI DIY dengan Direktorat Intelijen Keamanan Polda DIY dan Kejati DIY, Kamis (3/9/2026). Audiensi tersebut dihadiri Ketua MPI DIY Muhammad Fadhl Firdaus, Sekretaris MPI DIY Heriwanto, serta jajaran pengurus. Dari Polda DIY hadir Plh Kasubdit 3 Ditintelkam Polda DIY Kompol Rahmad Yulianto, sedangkan Kejati DIY diwakili Asisten Intelijen Budi Purwanto.
Kompol Rahmad mengatakan, DIY memiliki karakteristik yang unik karena status keistimewaannya sekaligus menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
"Yogyakarta merupakan wilayah yang unik karena keistimewaannya. Di sisi lain, DIY juga menjadi tempat bertemunya berbagai ragam suku bangsa dan agama. Karena itu, kondisi keamanan dan ketertiban perlu mendapatkan perhatian bersama," ujar Rahmad.
Menurut dia, keberadaan organisasi kepemudaan seperti MPI dapat menjadi mitra strategis aparat penegak hukum dalam menjaga kondusivitas daerah. Ia berharap MPI membangun komunikasi dan kerja sama dengan Polda DIY, terutama dalam kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
"Kami berharap MPI dapat bekerja sama dengan Polda DIY untuk bersama-sama mewujudkan Yogyakarta yang aman dan tertib. Generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga suasana tersebut," katanya.
Sementara itu, Asisten Intelijen Kejati DIY Budi Purwanto berharap MPI dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, organisasi kepemudaan perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"MPI harus menjadi wadah generasi muda untuk mewujudkan Yogyakarta yang lebih baik, sehingga masyarakat dapat hidup aman dan tenteram. Karena itu, aspek legalitas organisasi dan kegiatan juga perlu diperhatikan agar seluruh aktivitas MPI berjalan tertib dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Budi.
Budi juga mengingatkan pentingnya MPI membangun organisasi yang terbuka dan toleran terhadap perbedaan. Menurutnya, keberagaman yang ada di DIY semestinya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan sosial untuk membangun daerah.
"Perbedaan jangan dilihat sebagai sesuatu yang memisahkan. Justru perbedaan harus menjadi modal sosial untuk membangun DIY. Karena itu, organisasi kepemudaan harus mampu menjadi ruang perjumpaan yang toleran dan menghargai keberagaman," katanya.
Ketua MPI DIY Muhammad Fadhl Firdaus menyambut positif masukan dan ajakan kerja sama tersebut. Ia menegaskan MPI terbuka menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan, untuk memperkuat kontribusi generasi muda bagi masyarakat.
"Kami terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan. MPI ingin menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkegiatan secara positif, terutama di bidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan," kata Fadhl.
Fadhl menjelaskan, MPI merupakan wadah kontribusi generasi muda DIY yang menghimpun berbagai latar belakang organisasi. Di dalamnya terdapat generasi muda dari organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), LDII, serta organisasi-organisasi yang berafiliasi dengan partai politik.
"Keberagaman latar belakang ini justru menjadi kekuatan MPI. Kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda dari berbagai organisasi bisa duduk bersama, bersinergi, dan memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat," ujarnya.
Ia menyebut semangat tersebut sebagai fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Menurut Fadhl, semangat itu menjadi landasan bagi MPI untuk mendorong generasi muda agar tidak berhenti pada perbedaan latar belakang organisasi, tetapi bersama-sama menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Semangat kami adalah fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Perbedaan organisasi bukan penghalang untuk berbuat baik. Justru kami ingin berlomba memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan Yogyakarta," katanya.
Fadhl menambahkan, MPI akan terus mendorong kegiatan yang memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi dengan aparat penegak hukum dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk memastikan aktivitas organisasi berjalan secara tertib, inklusif, dan memberikan dampak positif.
"Kami ingin MPI menjadi bagian dari solusi. Generasi muda harus memiliki ruang untuk belajar, berorganisasi, dan berkontribusi. Dengan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, kami optimistis dapat ikut mewujudkan DIY yang aman, toleran, dan sejahtera," pungkasnya.