Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Jaticempaka Terpilih Mewakili Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kota Bekasi


LUGAS | Pondokgede, Kota Bekasi -  Kelurahan Jaticempaka terpilih mewakili kecamatan Pondokgede dalam Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kota Bekasi tahun 2021. Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, sehingga optimis bisa menjadi yang terbaik dalam lomba kinerja kelurahan tingkat Kota Bekasi tahun ini.

Lurah Jaticempaka, Amir, S.E menjelaskan ada tiga kriteria dalam penilaian lomba kinerja kelurahan, yakni bidang pemerintahan, bidang kewilayahan dan kemasyarakatan.



“Kami optimis bisa menjadi yang terbaik dalam lomba kinerja kelurahan tahun ini,” kata Amir dalam sambutannya disela kegiatan penilaian Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kota Bekasi Tahun 2021 di Aula kantor kelurahan Jaticempaka, Kamis (3/5/2021).

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Tim Penilai Kinerja Kelurahan terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas DP3A, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Sosial, Disdik, BPBD dan Dekan Unisma.

Kegiatan juga dihadiri oleh Camat Pondokgede Nesan Sujana, Sekretaris kecamatan Pondokgede Tetty Handayani, Amir, Lurah Jaticempaka, Moch.Ridwan Hermawan, Sekretaris kelurahan, para kasi, staf, pamor dan linmas selaku tuan rumah.

Hadir juga para Lurah sekecamatan Pondok gede, para Kasi,  serta unsur pemerintahan di kecamatan Pondokgede seperti kepala KUA, Kepala Puskesmas, Satpol PP, kader PKK, Posyandu, Ketua LPM dan BKM, para Ketua RW/RT, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Menurut Amir, tingkat partisipasi masyarakat Jaticempaka dalam upaya meningkatkan pembangunan terus membaik. Selain itu, potensi ekonomi warga juga baik, seperti budaya kesenian dan pelaku usaha UMKM Jaticempaka juga mengalami peningkatan.

“Saya harapkan dengan penilaian Kinerja Kelurahan di tingkat Kota Bekasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat agar lebih baik lagi kedepannya,” jelasnya.

Amir mengaku tidak hanya mengejar kemenangan saja, namun harapannya adalah bagaimana membuat Kelurahan Jaticempaka  semakin baik dan maju kedepannya.

Sementara itu Bima Dana Praja, tim penilai lomba, mengatakan yang menjadi sasaran penilaian ada 3 bidang yaitu bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.

"Kegiatan seperti ini diadakan setiap tahun, untuk saat ini  ada 3 yang menjadi titik penilainan yaitu bidang pemerintahan ,bidang kewilayahan dan bidang kemasyarakatan. Adapun tujuan diadakan lomba seperti ini untuk peningkatan kinerja kelurahan di kota Bekasi. Nantinya apabila ada permintaan provinsi, kelurahan terbaik kita majukan untuk lomba tingkat provinsi," terang Bima.

Lanjut Bima, terkait peserta lomba tingkat kota Bekasi ini adalah hasil pilihan oleh Camat Pondokgede. "Tentunya sudah melalui tahapan, dari lomba tingkat kecamatan dan saat ini tingkat kota Bekasi."

Camat Pondokgede Nesan Sujana menambahkan, kinerja aparatur kelurahan harus terus ditingkatkan. "Tidak hanya saat ada penilaian saja, namun peningkatan kerja harus menjadi budaya," tegasnya.

“Saya sangat apresiasi terhadap para penilai kinerja dari Kota Bekasi yang sudah sangat profesional dalam melakukan penilaian. Adapun untuk evaluasi penilaian ini akan membawa perubahan yang  lebih baik lagi di kecamatan Pondokgede yang tentunya punya misi dan visi,  itu harus terwujud dengan menciptakan pemerintahan yang akuntabel dan profesional dengan alur pemikiran maju ke depan yang lebih baik lagi," terang Nesan.

Terkait harapan kemenangan, Nesan mengatakan pihaknya tidak pernah pesimis terhadap cita-cita.

"Tetap harus optimis," ujarnya.

Perihal terpilihnya  kelurahan Jaticempaka yang menjadi perwakilan lomba dari 5 kelurahan yang ada, Nesan mengungkapkan dari hasil monitoring serta penilaian di tingkat kecamatan, nilai tertinggi kelurahan Jaticempaka.

"Kita berharap penilaian ini obyektif. Harapan kita juga tidak muluk-muluk, bagi kami tidak nomor 1 atau 2 tidak apa-apa, yang penting kami terbaik di kota Bekasi dan ditunjuk mewakili ikut lomba di tingkat provinsi Jawa Barat, itu saja," ujar Nesan Sujana optimis.

Sementara itu di lokasi budidaya maggot RT03 RW02 Kelurahan Jaticempaka, tim penilai yang di terjunkan dari dinas Lingkungan Hidup, Isye Susi Heryani didampingi dari Satpol PP.



Salah satu pengelola budidaya maggot, Irman Febrian, mengungkapkan meski dihantam pandemi Covid-19 budidaya maggot tetap berjalan.

"Budidaya maggot dan lele ini merupakan hasil UKM kepemilikan yang dikelola secara bersama kami di kepengurusan RT," ungkap Irman.

Budidaya magot dan lele adalah hasil inisiatif dari ketua RT03 RW02 Jaticempaka. Maggot diperuntukkan sebagai pakan lele pengganti pelet.

"Kami di sini bersama temen-temen memulai bisnis budidaya maggot sudah berjalan satu tahun," terang Irman.

"Alhamdulillah sampai sekarang usaha ini sudah bisa menghasilkan, sekarang ini kita titik fokuskan dari penjualan budidaya lele, karena kapasitas produksi maggot kita baru bisa mencukupi kebutuhan sendiri," terang Irman.

Untuk pengolahan sampah, Irman mengungkapkan pihaknya  melakukan penjemputan ke rumah warga.

Diterangkan Irman, dalam budidaya maggot ini pengelola sekolah juga bagaimana cara melihara supaya tidak bau dan tidak dikomplain warga.

"Kedepan kita akan lakukan pengembangan pengolahan sampah, produk dari lele misalkan pepes lele, dan tepung maggot. Itu rencana kami kedepan," papar Irman.

Terkait dukungan pemerintah diungkapkan Irman belum ada bantuan  secara finansial. Sehingga ia dan kawan-kawan pengelola budidaya maggot dengan memanfaatkan apa yang ada. "Kalau memang ada bantuan pemerintah, itu sebagai bonus," kata Irman setengah berharap.

Senada dengan Irman, ketua RW02 Sirojudin berharap pemerintah melakukan pembinaan. Salah satu yang menjadi kendala budidaya maggot di wilayahnya,  kurangnya baktor (bak motor) untuk angkut sampah dan tenda budidaya lele.

"Kalau ada alokasi dana pemerintah misal dana hibah, ya kami sangat senang sekali. Seperti yang disampaikan pak Walikota bahwa maggot ini adalah salah satu langkah alternatif mengurangi sampah di kota Bekasi, karena memang yang dimakan maggot ini adalah sampah," pungkas Sirojudin.


Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo



Artikel terkait:

Bakal Dibangun Taman, Lapak PKL di Bantaran Kali Buaran Jaticempaka Ditertibkan

Kelurahan Jaticempaka Jemput Bola Pelayanan SPPT PBB

Kerja Bakti, Cara Lurah Jaticempaka Ciptakan K3L dan Tingkatkan Kebersamaan

Lurah Jaticempaka Libatkan Pelaku Usaha Peduli dan Jaga K3L

Kerja Bakti K3L Jaticempaka, Ajang Silaturahmi dan Tumbuhkan Kesadaran Menjaga Lingkungan

Kelurahan Jaticempaka Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim-Duafa

Posting Komentar

0 Komentar